Tren TIK – Oculus Rift

Virtual Reality (VR) atau Realitas Maya adalah sebuah teknologi yang dibuat sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi. Dengan begitu muncullah ide untuk membuat alat Oculus Rift. Alat berupa kacamata yang nantinya pengguna dapat melihat sebuah 3D yang terasa seperti melihat dunia nyata bukan seperti 3D pada bioskop yang  dikhususkan untuk para gamer.

– Tujuan Diciptakannya Oculus Rift

Untuk menciptakan ruang bermain 1:1 virtual dengan gerakan avatar. Apa artinya ini adalah bahwa jika Anda memindahkan satu kaki di dunia nyata, Anda akan bergerak satu kaki di lingkungan game Holodeck virtual reality. Saat ini ruang bermain adalah 20 ‘x 20’ yang memberikan pengguna sebuah area yang luas untuk menjelajah. Adapun 01:01 gerakan avatar, ini melibatkan kecepatan tinggi pelacakanan skeletal (pelacakan sendi, tungkai, dll) dan kemudian proyeksi data ke permainan dunia untuk menunjukkan pemain bagian anggota badan mereka sendiri virtual dan avatar dari pemain tambahan.

Picture3

Advertisements

Tren TIK – Corning Gorilla Glass

Gorilla Glass adalah merek dagang terdaftar untuk lembaran kaca alkali-aluminosilikat yang diproduksi oleh pabrik kaca Corning asal Amerika Serikat. Kaca ini direkayasa dengan menggabungkan ketipisan, keringanan, dan daya tahannya terhadap kerusakan. Kaca ini lebih banyak digunakan sebagai kaca pelapis perangkat elektronik portabel seperti telepon genggam, pemutar media portabel, layar komputer jinjing, dan beberapa layar televisi. Corning mengatakan bahwa properti utama kaca ini adalah kekuatannya, daya tahannya yang tinggi terhadap goresan, dan kekerasannya,

Kaca diperkuat melalui pergantian ion. Ditempatkan pada garam kalium cair pada temperature 400ºC, ion sodium yang lebih kecil meninggalkan kaca dan ion potassium dari bak garam tersebut menggantikannya Ion – ion yang lebih besar mengambil lebih banyak ruang dan ditekan sama – sama ketika kaca mendingin, dan menghasilkan lapisan tegangan pada permukaan kaca. Komposisi khusus Gorilla Glass memungkinkan ion kalium untuk menyebar ke permukaan, untuk menciptakan tegangan yang tinggi ke dalam gelas.

Picture2

Tren TIK – Google Glasses

Sebuah kacamata canggih yang diproduksi oleh Google Inc. yang memiliki fungsi untuk melihat   sebuah visual 2D yang berasal dari proyektor kecil di dalam kacamata.

Spesifikasi  alat

Fitting:

– Bantalan hidung dan frame yang bisa disesuaikan dengan semua bentuk wajah
– Bantalan hidung tambahan dalam dua ukuran

Layar:
“Resolusi tinggi setara dengan display high definition dilihat dari jarak 2,5 meter”

Kamera:
– Foto: 5 megapiksel
– Video: HD 1280×720 p

Audio:
“Bone Conduction Transducer”

Konektivitas:
– WiFi 802.11b.g
– Bluetooth

Media penyimpanan:
16 GB, dengan kapasitas yang bisa dipakai sebesar 12 GB, tersinkronisasi dengan layanan cloud storage Google.

Daya tahan baterai:
Satu hari penuh, kecuali dipakai untuk merekam video atau video conferencing (hangout)

Charger:
Charger khusus dengan port micro-USB

Kompatibilitas:
– Semua ponsel dengan kapabilitas Bluetooth
– Software pendamping MyGlass membutuhkan sistem operasi Android 4.0.3 (Ice Cream Sandwich) atau yang lebih baru. MyGlass membuka fitur GPS dan SMS pada Google Glass.

Picture1

A hundred thousand years = Cartoon

Jika dibandingkan dengan nenek moyang kita di zaman purba 800 ribu dan 200 ribu tahun lalu, katakanlah Homo sapiens atau Pithecanthropus erectus, penampilan manusia kini amat berbeda. Diperkirakan 100 ribu tahun lagi, wajah manusia malah bakal mirip karakter manga Jepang.Menurut ilmuwan, perubahan itu sedikit banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, semisal kacamata Google Glass. Seorang seniman bernama Nickolay Lamm berkolaborasi dengan ilmuwan untuk menggambarkan seperti apa wajah manusia 20 ribu, 60 ribu tahun dan 100 ribu tahun di masa depan.

Ilustrasi manusia di masa depan ini sebenarnya terinspirasi oleh percakapan dengan Dr Alan Kwan, PhD, pakar genomik komputasi dari Washington University. Berdasarkan prediksi tentang lingkungan manusia, iklim dan kemajuan teknologi di masa depan, Kwan memperkirakan bahwa dahi manusia akan melebar.

Pembesaran dahi ini sebenarnya telah terjadi sejak abad ke 14 dan 16. Para ilmuwan dalam British Dental Journal menulis bahwa perbandingan tengkorak dari waktu ke waktu menunjukkan, manusia modern memiliki fitur wajah dengan dahi yang meninggi untuk mengakomodasi otak yang lebih besar.

Menurut Kwan, 60 ribu tahun dari sekarang, wajah manusia akan ditentukan oleh seleranya. Mata akan membesar sebagai upaya menjajah tata surya, melihat spesies yang tinggal di koloni yang lebih jauh dari Bumi. Kulit akan menjadi lebih gelap karena bertambahnya pigmen untuk mengurangi kerusakan akibat radiasi UV.

Tak hanya itu, kelopak mata akan menebal dengan lengkungan tengkorak di bawah alis yang menjadi lebih kentara. Tujuannya untuk mengatasi efek gravitasi yang minim. Bahkan seperti dilansir Forbes, mata akan sangat membesar demi meningkatkan penglihatan dalam cahaya temaram, jadinya malah mirip karakter manga Jepang dengan mata yang luar biasa gede.

Teknologi yang ada akan menjadi lebih simpel. Alih-alih menggunakan Google Glass atau iWatch, manusia akan mencari menggunakan lensa komunikasi, yaitu sebuah teknologi yang tertanam dalam lensa kontak dengan perangkat komunikasi yang ditanamkan di atas telinga.

Yah, namanya juga prediksi, bisa benar atau tidak.

http://www.apakabardunia.com/2013/06/100-ribu-tahun-lagi-wajah-manusia-mirip.html